Saturday, 11 June 2016

PERBANYAKLAH MEMBACA AL-QUR’AN PADA BULAN RAMADHAN, SIANG MAUPUN MALAM

Sebagian orang mencukupkan membaca al-Qur’an pada siang hari Ramadhan saja, tidak mau membaca al-Qur’an pada malam harinya.

al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali — rahimahullah wa ghafara lahu — mengatakan,
“Dalam hadits Ibnu Abbas dijelaskan bahwa dirasah al-Qur’an antara Nabi — shallallahu ‘alaihi wa sallam — dengan Jibril — ‘alaihis salam — dilakukan pada malam hari. Maka ini menunjukkan DISUKAINYA MEMPERBANYAK MEMBACA AL-QUR’AN PADA MALAM HARI RAMADHAN. Karena pada malam hari :
1. telah terputus (selesai) segala kesibukan/aktivitas,
2. terpadu padanya semangat, dan
3. bertemu padanya antara hati dan lisan untuk mentadabburi al-Qur’an.
Sebagaimana Firman Allah Ta’ala :
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا
Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.” (al-Muzzammil : 6)
Latha’if al-Ma’arif, 315
ﺑﻌـﺾ ﺍﻟﻨـﺎﺱ ﻳﻜﺘﻔـﻲ ﻓـﻲ ﺗـﻼﻭﺓ ﺍﻟﻘــﺮﺁﻥ ﺑﻨﻬـﺎﺭ ﺭﻣﻀـﺎﻥ ﻓﻘـﻂ ﻭﻻ ﻳﻘـﺮﺃ في لياﻟـﻲ ﺭﻣﻀـﺎﻥ
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ الإمام ﺍﺑﻦ ﺭﺟﺐ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ وغفر له – :
ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ

ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺪﺍﺭﺳﺔ ﺑﻴﻨﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻴﻼ

ﻓﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﺍﻹﻛﺜﺎﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﻼ ؛ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻴﻞ

ﺗﻨﻘﻄﻊ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻮﺍﻏﻞ ، ﻭﺗﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻬﻤﻢ ، ﻭﻳﺘﻮﺍﻃﺄ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻘﻠﺐ

ﻭﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﺪﺑﺮ .

ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

{ ﺇﻥ ﻧﺎﺷﺌﺔ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻫﻲ ﺃﺷﺪ ﻭﻃﺄ ﻭﺃﻗﻮﻡ ﻗﻴﻼ }
ﻟﻄﺎﺋﻒ ﺍﻟﻤﻌﺎﺭﻑ ﺹ (٣١٥)

http://manhajul-anbiya.net/perbanyaklah-membaca-al-quran-pada-bulan-ramadhan-siang-maupun-malam/

SHARE THIS

Author:

Admin , Assalafy.Net

0 comments: