Bagaimana Menyikapi Para Habaib yang Mengaku Keturunan Rasulullah

BAGAIMANA MENYIKAPI PARA "HABAIB" YANG MENGAKU KETURUNAN ROSULULLAH SHOLLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin:

Tanya: 

Apakah masih didapati di zaman kita dari kalangan ahlul bait Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam? Dan apakah boleh bagi orang yang mengaku ahlul bait ( istilahnya "Sayyid" sebagaimana yang diakui oleh kaum Rofidhoh) dengan pengakuan bahwa mereka adalah wali Allah, kemudian mereka singgah di pedesaan, sehingga para penduduk desa memberikan hadiah hadiah dan sajian sajian kepada mereka dengan harapan mereka bisa mendatangkan kemanfaatan dan bisa menolak madhorot?

Jawab:

Kami katakan kepada mereka yang mengaku punya garis keturunan Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam, TUNJUKKAN BUKTI dari sisilah kalian!!

Dan perlu diketahui bahwa Rosulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam tidak memiliki anak laki laki yang hidup sampai dewasa sampai menikah kemudian memiliki anak, adapun anak anak laki laki yang dinisbahkan kepada beliau bukanlah anak anak laki laki dari keturunan ashobah beliau Shollallahu Alaihi Wa Sallam.

Oleh karena itu kita katakan kepada setiap orang yang mengaku ahlul bait, tunjukkan bukti silsilah kalian! Kalau mereka tidak bisa menunjukkannya maka telah jelas kebathilan dan kedustaan mereka.

Kalau seandainya mereka benar dengan silsilah mereka, maka kami katakan tidaklah dengan kalian sebagai ahlul bait merupakan kemuliaan bagi kalian, apabila kalian tidak berada diatas syareat Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam, karena yang paling penting adalah kalian mengamalkan syareat Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam.

Kalau kalian diatas syareat yang benar maka bagi kalian hak keislaman dan hak sebagai kerabat Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam.

Adapun sekedar kerabat Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam tidak akan memberi manfaat sedikitpun.

Ini Abu Lahab paman Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam saudara dari bapaknya tidak bermanfaat kedekatan nasabnya dengan Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam, bahkan Allah menurunkan satu surat yang menceritakan kejelekannya sampai hari kiamat
▪(تبت يدا أبي لهب وتب، ما أغنى عنه ماله وما كسب سيصلى نارا ذات لهب...) السورة

Yang jelas kita membutuhkan pengakuan ini dengan bukti silsilah, ketika benar sisilah mereka dan mereka benar benar ORANG ORANG YANG SHOLIH yang berjalan diatas syariat Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam secara dhohir dan batin maka bagi mereka hak islam dan hak kekerabatan dengan Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam.


Kalau mereka bukan orang yang sholih maka mereka adalah DAJJALUN, tidak ada hak bagi mereka sedikitpun, dan TIDAK ADA BAROKAH dari amalan mereka dan tidak ada barokah dari keadaan mereka.



Dan secara dhohir ketika mereka masuk di pedesaan, di tempat orang orang memiliki daya pikir yang masih rendah, kemudian mereka hanya mengaku ngaku, dan secara dhohir mereka DUSTA, mereka bukanlah orang yang berjalan diatas syareat Allah ta'ala.



Maka mereka tidak pantas dihormati dan dimuliakan, atau diberi hadiah hadiah dan yang lainnya.



••••••••••••••



Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pada 16.01.2016

http://www.ilmusyari.com/2016/01/bagaimana-menyikapi-para-habaib-yang.html?m=1


Dakwah Design

Post a Comment

Instagram