APAKAH SEORANG ISTRI WAJIB TAAT KEPADA SUAMINYA KETIKA SANG SUAMI MEMERINTAHKANNYA UNTUK MENGGUGURKAN KEHAMILAN/KANDUNGAN?

APAKAH SEORANG ISTRI WAJIB TAAT KEPADA SUAMINYA KETIKA SANG SUAMI MEMERINTAHKANNYA UNTUK MENGGUGURKAN KEHAMILAN/KANDUNGAN?

Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, seorang laki-laki memerintahkan istrinya untuk menggugurkan kandungannya yang berusia kurang dari empat bulan, sehingga istrinya itu menggugurkannya. Maka bagaimanakah hukumnya?
Jawaban: Jika (kandungan tersebut) belum ditiupkan ruh, maka kita lihat:
Jika dikhawatirkan suatu madharat pada wanita itu, maka tidak mengapa untuk menggugurkannya.
Jika tidak dikhawatirkan suatu madharat apapun pada wanita itu, maka tidak boleh untuk menggugurkannya meskipun sang suami memerintahkannya. Hal ini karena wanita itu juga memiliki hak pada kandungannya.
Hanya saja sebagian manusia -wal ‘iyadzu billah- hanyalah memperturutkan nalurinya semata. Mungkin ada niatan dari laki-laki itu untuk menceraikan istrinya dan dia khawatir jika istrinya mengandung akan ada masalah pada urusan thalaq.
Maka kami katakan: jika seorang suami memerintahkan istrinya untuk menggugurkan kandungan/kehamilannya maka ini tidak mengharuskan wanita itu untuk menggugurkannya. Ini tidak mengharuskan wanita itu untuk menggugurkan kandungannya dalam keadaan apapun.
Adapun jika telah ditiupkan ruh pada kandungan dan telah melewati empat bulan usia kandungan, maka tidak boleh menggugurkannya sama sekali. Tidak karena perintah suami, tidak karena perintah dokter, tidak juga karena alasan apapun.
Sumber: Silsilah Al-Liqa` Asy-Syahri > Al-Liqa` Asy-Syahri (56).
Alih bahasa : Syabab Forum Salafy
=========================
هل يجب على المرأة طاعة زوجها إذا أمرها بإسقاط الحمل؟
[ السؤال ]
فضيلة الشيخ، رجل أمر امرأته أن تسقط ولدها وهو دون أربعة أشهر، ففعلت فما حكم هذا؟
الجواب:
إذا كان لم تنفخ فيه الروح نظرنا؛ إذا كان يخشى على المرأة الضرر فلا بأس أن تضعه، وإذا كان لا يخشى عليها الضرر فلا يحل لها أن تضعه حتى لو أمرها زوجها؛ لأن لها الحق في هذا الولد، لكن بعض الناس -والعياذ بالله- ليس له هم إلا إشباع الغريزة فقط، وربما يكون له نية أن يطلقها فيخشى إن وضعت أن يكون هناك مشكلة في الطلاق، فنقول: المرأة لا يلزمها إذا أمرها زوجها أن تسقط حملها، فلا يلزمها أن تسقطه بأي حال من الأحوال. أما إذا كان قد نفخت فيه الروح وتم له أربعة أشهر فهذا لا يجوز تنزيله أبداً لا بأمر الزوج ولا بأمر الطبيب ولا شيء.
المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [56]
DOWNLOAD AUDIO 
Judul: APAKAH SEORANG ISTRI WAJIB TAAT KEPADA SUAMINYA KETIKA SANG SUAMI MEMERINTAHKANNYA UNTUK MENGGUGURKAN KEHAMILAN/KANDUNGAN?Pembicara: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahTanggal: 15 Rabi' II 1437
sumber artikel : FORUMSALAFY.NET

Dakwah Design

Post a Comment

Instagram