Friday, 10 April 2015

SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-‘Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah
PENDAHULUAN
Segala puji hanya bagi Allah yang berfirman,
{ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ} [آل عمران: من الآية126]
Tidaklah pertolongan itu datang kecuali dari sisi Allah yang Maha Perkasa dan Bijaksana” (ali ‘Imran : 126 )
Shalawat dan Salam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang bersabda,
((ونُصرتُ بالرعب مسيرة شهر)) …
“Aku ditolong (oleh Allah) dengan (diberikan) rasa gentar (pada hati musuh) sejak jarak sebulan perjalanan.”
Wahai ikhwah fillah, yang senantiasa menantikan datangnya pertolongan Allah kepada kalian, dalam mengahadapi hawa nafsu kalian yang selalu menyuruh kejelekan, dan dalam menghadapi setiap musuh yaitu para syaithan jin dan manusia; Tema muhadharahku adalah “SEBAB-SEBAB PERTOLONGAN”, diperuntukan bagi setiap yang mengharap Allah menolong dirinya, dan dia ingin membela agama-Nya yang agung dengan berpegang kepada agama dan mendakwahkannya di atas bashirah (ilmu), dan berjihad di jalan-Nya dengan hikmah, jujur, dan ikhlash dengan segala kemampuannya.
Wahai saudaraku kaum muslimin para mujahidin :
Pertolongan dari Allah itu ada sebab-sebabnya yang wajib untuk ditempuh. Sangat harus atas para mujahidin yang mulia untuk senantiasa memiliki sifat sesuai sebab-sebab tersebut semaksimal kemampuan. Sekarang akan aku sebutkan sebagian sebab-sebab itu secara ringkas. Agar kalian menuliskannya dengan tinta qalbu kalian dan menghafalkannya dalam dada kalian agar tampak pengaruhnya dalam kehidupan nyata kalian.
SEBAB PERTAMA :
Bersemangat untuk ikhlas karena Allah, dan selalu tepat dalam setiap amal ketaatan yang kalian kerjakan, baik yang zhahir maupun batin. Demikian juga dalam meninggalkan kemaksiatan. Sesungguhnya tidak diterima suatu amalan dari seorang hamba, baik berupa melaksanakan ketaatan atau meninggalkan kemaksiatan, kecuali apabila terwujud padanya tiga syarat :
Syarat Pertama : Amal tersebut harus BENAR/TEPAT sesuai dengan bimbingan yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari sisi Rabb-nya.
Syarat Kedua : Harus ikhlas karena Allah.
Syarat Ketiga : Keyakinan (Aqidahnya) harus benar.
Di antara amalan, yang para hamba bertaqarrub kepada Allah denganya, adalah JIHAD FI SABILILLAH dalam rangka meninggikan kalimat Allah, dan meraih Jannah (Surga) dan keridhaan-Nya.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,
{ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} [الكهف: من الآية110].
Barangsiapa yang mengarap pertemuan dengan Rabb-nya maka hendaknya dia BERAMAL SHALIH dan TIDAK BERBUAT SYIRIK KEPADA SIAPAPUN DALAM BERIBADAH KEPADA RABB-NYA” (al-Kahfi : 110)
SEBAB KEDUA :
“Senantiasa berpegang teguh kepada TAQWA kepada Allah.
Ketaqwaan itu akan mengantarkan pemiliknya kepada :
> niat yang baik
> maksud yang selamat
> serta mengajaknya untuk membersihkan diri/jiwanya dengan : makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan yang baik.
Ketaqwaan juga akan menghalangi dia dari :
> maksud yang jelek, dan
>dari curang/mencuri harta ghanimah, yang menyebabkan datangnya hukuman di alam barzakh dan akhirat.
Tidak jauh ingatan kita dengan kisah si pengkhianat harta rampasan, yang mengambil jubah mantel besar tanpa izin, dan yang mengambil mutiara, dan juga kasus tali sandal dan dua tali sandal (yakni sebagaimana dalam hadits-hadits tentangnya, pen). Jadi, sebaik-baik bekal seorang muslim adalah TAQWA.
SEBAB KETIGA :
ISTIQOMAH di atas al-Haq, dalam hal ilmu, amal, dan berdakwah kepada al-Haq, serta berkorban demi membela al-Haq dengan jiwa dan harta, dengan (apa yang dimiliki) baik yang mahal maupun yang murah, demi menjalankan perintah Allah dalam firman-Nya:
{ قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ} [فصلت:6].
Katakanlah (wahai Muhammad), sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian, namun aku diberi wahyu bahwa hanya ilah kalian adalah ilah yang satu. Maka ISTIQOMAHLAH kalian menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Celakah bagi orang-orang musyrikin.” (Fushshilat : 6)
SEBAB KEEMPAT :
“BERPEGANG TEGUH secara menyeluruh dengan semua ajaran Islam, baik dalam aqidah, ibadah, muamalah, politik, maupun hukum, perang maupun damai, suluk dan akhlaq. Karena Islam adalah agama yang, tidak menerima pemisahan dalam amal, yaitu mau menerima sebagiannya dan menolak sebagian lainnya, sesuai dengan syahwat dan hawa nafsunya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
{ وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [آل عمران:85].
Barangsiapa yang menginginkan selain Islam sebagai agamanya, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali ‘Imran : 85)
Allah Tabaraka wa Ta’ala juga berfirman :
{أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ} [البقرة: من الآية85].
Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya??! Tidaklah balasan mereka kecuali kehinaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka akan dikembalikan kepada adzab yang sangat pedih. Allah tidaklah lalai dari apa yang kalian kerjakan.” (al-Baqarah : 85)
SEBAB KELIMA:
TERUS MENERUS di atas Dzikrullah, yang Allah syari’atkan untuk kita agar : kita mendapatkan pujian dari-Nya di hadapan majelis yang suci dan tinggi (yakni di hadapan para malaikat, pen).
Sebagaimana firman Allah :
{ فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ} [البقرة:152]،
Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku (dzikir) niscaya Aku ingat pula kepada kalian, dan bersyukurlah kalian kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.” (al-Baqarah : 152)
agar hati kita menjadi tenang :
{ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ} [الرعد: من الآية28]
Ketahuilah dengan dzikrullah hati menjadi tenang.” (ar-Ra’d : 28)
agar hati kita hidup dengannya dan berlipat ganda pahala kita, sebagaimana firman Allah :
{وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا} [الأحزاب: من الآية35]
Kaum pria yang banyak berdzikir (mengingat) Allah dan kaum wanita yang banyak berdzikir, Allah siapkan untuk mereka maghfirah dan pahala yang besar.” (al-Ahzab : 35).
Dzikir itu dilakukan dalam bentuk DO’A dan ISTIGHFAR, demikian pula dengan MEMBACA AL-QUR’AN, TASBIH, TAHMID, TAHLIL, dan TAKBIR. Dengan menyebutnya di dalam hati dan diucapkan oleh lisan. Sebagaimana firman Allah :
{يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً} [الأحزاب: 41-42].
Wahai orang-orang beriman, berdzikirlah (ingatlah) Allah dengan dzikir yang banyak. Bertasbihlah (sucikanlah) Dia pada waktu pagi dan sore.” (al-Ahzab : 41-42)
bersambung, insya Allah
Majmu’ah Manhajul Anbiya
http://www.manhajul-anbiya.net/sebab-sebab-datangnya-pertolongan-allah/

SHARE THIS

Author:

Admin , Assalafy.Net

0 comments: